Gelar Musda ke-4, PKS Jepara Memilih Nahkoda Baru

Pelatikan Pengurus Baru
Pelatikan Pengurus Baru

Jepara. Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Jepara belum lama ini suskes menggelar Musyawarah Daerah ke-4 pada 1 November 2015 di Aula Restoran Maribu. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Jepara tersebut berlangsung khikmat sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Sejak pagi, ratusan peserta yang terdiri dari pengurus DPC PKS dan kader inti begitu antusias mengikuti acara yang digelar lima tahunan itu. Sejumlah tokoh juga nampak hadir dalam acara tersebut, antara lain ketua PBNU, Ketua Muhammadiyah, Dandim, KPU dan beberapa pimpinan parpol di Jepara. Continue reading

Catatan Kecil Pasca Munas oleh Ustadz Cahyadi Takariawan

Catatan Kecil Pasca Munas oleh Ustadz Cahyadi Takariawan

Pak Cah(1) Betapa lemahnya kita sebagai hamba. Terlalu lemah. Bahkan kadang untuk sebuah keinginan yang sederhana sekalipun kita tidak mampu mendapatkannya. Saya merasa punya hak untuk pensiun dari amanah struktural. Saya akan konsentrasi pada amanah dakwah kultural. Sangat banyak hal bisa kita kerjakan dalam bingkai kultural. Bukankah pensiun itu keinginan sangat sederhana? Itu saja tidak bisa saya dapatkan. Sangat banyak kader muda usia lebih layak mengampu amanah struktural. Namun ternyata orang tua seperti saya masih dipasang juga.

(2) Namun kadang kita menjadi kuat. Sangat kuat. Sampai bisa mendapatkan hal yang rasanya mustahil untuk bisa kita dapatkan. Bagaimana Setiaji —seorang kader dari Sleman DIY— bisa diundang Raja Saudi untuk menunaikan haji? Jika dipikir-pikir rasanya tidak mungkin ia diundang Raja Saudi. Begitulah rupanya logika kelemahan dan kekuatan. Sebagai individu kita sangat lemah. Namun sebagai jama’ah kita sangat kuat. Tidak ada kekuatan pada kerja yang sendirian. Sangat banyak kekuatan pada kerja kolektif dan berjama’ah.

(3) Kita bekerja bukan karena manusia. Kita bekerja karena Allah. Kita bekerja karena paham makna berjama’ah. Ada visi peradaban, ada tujuan, manhaj dan cita-cita. Ada harapan dan impian bersama. Untuk itu semua kita bekerja. Saya dan banyak kader lainnya sudah bekerja dalam amanah struktural sejak periode pertama hingga sekarang. Saya mengemban amanah struktural bersama-sama para kader sejak periode Nurmahmudi Ismail, Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, Luthfi Hasan Ishaq, Anis Matta dan Sohibul Iman. Saya mencintai mereka semua. Kita bekerja pada periode semua pemimpin. Kita bisa dipimpin dan diatur oleh semua pemimpin yang datang pergi silih berganti.

(4) Kesetiaan kita adalah kepada manhaj, kepada visi peradaban, kepada jama’ah, kepada cita-cita. Bukan kepada orang per orang. Pemimpin bisa setiap saat datang pergi silih berganti. Orang-orang bisa datang pergi, bisa datang dan datang lagi. Bisa pergi dan pergi lagi…. Kita bukan prajurit orang per orang. Kita prajurit visi, cita-cita, manhaj dan jama’ah dakwah. Demikian pula pemimpin dakwah di wilayah serta daerah bisa datang pergi silih berganti. Itu hal yang biasa saja. Bahkan keharusan. Semua dari kita siap bekerja, siapapun pemimpinnya. Kita tidak mengenal figuritas. Bahwa kita hanya mau bekerja jika dipimpin oleh si Fulan. Tentu kita mencintai semua kader —terlebih figur pemimpin dakwah. Namun kita lebih mencintai visi, cita-cita, manhaj dan kesatuan jama’ah beserta perjuangannya.

Pak Cah Kalibata 16 September 2015

Susunan Pengurus DPP PKS

 

Depok, – PelantikanMun4s Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masa khidmat 2015-2020 dilangsungkan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Senin (14/9).

Ketua Majelis Syuro (MS) PKS Salim Segaf Al Jufri memimpin pembacaan sumpah pengurus pusat PKS dan diikuti oleh seluruh jajarannya.

“Kami, pengurus pusat PKS bersumpah menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dengan menegakkan perintah Allah SWT dan menjalankan suunah Rasulullah SAW,” tegas Salim mengawali pembacaan sumpah.

Susunan pengurus DPTP PKS, yang terdiri dari Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), Dewan Syariah Pusat (DSP), serta Dewan Pengurus Pusat (DPP), dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKS, Mardani Ali Sera. Continue reading

SAMBUNG KEMBALI TALI SILATURAHIM DI HALAL BI HALAL PKS JEPARA

P1070278

Jepara, Bulan Ramadhan telah meninggalkan kita, berganti datangnya bulan Syawal. Setelah sebulan ditempa jasad dan rohani dengan tarbiyah yang luar biasa, kini momen yang tepat di bulan Syawal untuk memperbaiki tali silaturahim yang hampir putus karena padatnya aktivitas masing-masing.
Momen tersebut dimanfaatkan DPD PKS Jepara untuk mengadakan Halal Bi Halal bersama kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejatera (PKS). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2015 di halaman kantor DPD PKS Jepara yang beralamat di Jalan K.H Moliki No. 124C Panggang Jepara. Selain diadakan Halal Bi Halal juga diadakan Reses Aleg PKS Provinsi Jateng dari Komisi A yaitu H. Amir Darmanto, SH.
Acara Halal Bi Halal dan Reses dihadiri kurang lebih 250 orang peserta. Untuk memeriahkan acara tersebut disediakan beberapa door price menarik. Acara tersebut diawali dengan pembukaan, kemudian pembacaan ayat suci Al qur’an dibacakan oleh ananda Muhammad Mulla Sadra yang merupakan juara pertama MTQ MIN tingkat Kabupaten Jepara.
Dalam Sambutannya, Aleg PKS H. Amir Darmanto, SH, menyampaikan SK Mendagri tanggal 30 Desember 2014 yang melarang hibah dan bansos dalam APBD 2015 akan segera di revisi. Beliau berharap semoga awal tahun 2016 revisi tersebut akan segera diberlakukan.
Saifuddin, Lc (Ketua DPD PKS Jepara) menambahkan SK Mendagri tanggal 30 Desember 2014 yang melarang hibah dan bansos, seolah – olah membuat anggota DPR bagaikan “macan ompong” yang tidak bisa menyalurkan dana aspirasi ke kontituennya. Ustad Saifuddin, Lc berharap, SK Mendagri tersebut tidak berlaku untuk lembaga pendidikan.

Presiden PKS Tegaskan PKS tidak berpaham Wahabi

Gedung MD, Kantor DPP PKS
Gedung MD, Kantor DPP PKS

Sampang – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta membantah partainya beraliran Wahabi, seperti tudingan sebagian umat Islam di Sampang, Madura, Jawa Timur.

Wahabi sendiri merupakan aliran dalam Islam yang bergerak dalam bidang pembaharuan dan pemurnian Islam yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman at-Tamimi (1115-1206 H / 1703-1792 M) dari Semenanjung Arabia. Aliran ini dianggap oleh sebagian umat Islam sebagai salah satu aliran Islam garis keras dan dinilai menyimpang, bahkan sebagian ada yang menganggap sesat, karena perbedaan pahan dan pemikiran.

“PKS tidak menganut aliran tertentu. PKS partai dakwah dan merupakan wadah perjuangan umat Islam yang terdiri dari berbagai ormas Islam, seperti Muhammadiyah, NU, dan Persis,” kata Anis Matta di Sampang, Senin malam.

Sebelumnya pada Senin (3/6) pagi sekelompok warga yang mengatas namakan diri Forum Rakyat Sampang Antiantek Wahabi berunjuk rasa di monumen kota itu. Menurut para pengunjuk rasa, PKS merupakan partai politik berkedok agama dan beralihan Wahabi.

“Saya kira tuduhan itu untuk kepentingan politik. Jadi tidak benar jika PKS berpaham Wahabi,” kata Anis Matta menambahkan.

Dikutip dari: Antaranews