Inilah Pesona 8 Tempat Wisata di Jepara Paling Menarik

Berikut ini adalah sejumlah landmark dan tempat wisata di Jepara paling menarik dan patut Anda kunjungi.

Taman Nasional Karimunjawa

1. Taman Nasional Karimunjawa

Inilah gugusan kepulauan sebanyak 27 pulau yang terletak di Laut Jawa, berjarak 83 km di arah barat laut kota Jepara, memiliki luas area sebesar 107.225 ha, dan adalah sebuah cagar alam laut yang dilindungi dan kini disebut sebagai Taman Nasional Karimunjawa. Karimunjawaadalah sebuah destinasi wisata yang populer di Indonesia, adalah pula salah satu tempat wisata di Jepara yang sangat terkenal, inilah tempat terbaik untuk merasakan pengalaman wisata laut di Jawa Tengah.

Taman Nasional Karimunjawa memiliki tipe ekosistem hutan hujan daratan rendah, padang lamun, algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang. Pesona biota lautnya di antaranya adalah lebih dari 90 jenis karang keras, 242 jenis ikan hias, hingga 133 genera akuatik. Beberapa biota laut di Karimunjawa ini adalah biota yang dilindungi. Beberapa destinasi wisata di Indonesia yang mengagumkan seperti Karimunjawa ini dapat Anda temukan pula di kawasanwisata Bunaken dan Raja Ampat di Papua.

Ada banyak kegiatan wisata memikat yang dapat Anda lakukan di Karimunjawa. Karakteristik seluruh pantai di Karimunjawa memiliki hamparan pasir putih dengan garis pantai yang panjang, berjemur di bawah sinar matahari adalah salah satu kegiatan yang disukai banyak wisatawan.

Objek wisata Jepara ini menyuguhkan Anda berbagai olahraga air yang seru, menyelam, snorkeling, memancing, berenang, berjemur, atau menjelajahi lautnya yang jernih. Selain itu, berbagai keunikan budaya dan tradisi penduduk lokal di sana adalah objek interaksi sosial yang menarik selama kunjungan wisata Anda di tempat wisata Jepara yang satu ini.

Museum RA Kartini Jepara

2. Museum R.A. Kartini

Terletak di sebelah utara alun-alun kota Jepara, Anda akan begitu mudah mendapati salah satu tempat wisata di Jepara ini. Museum R.A. Kartini adalah objek wisata sejarah Jepara, menjadi tempat penyimpanan berbagai koleksi peninggalan RA Kartini, juga benda-benda peninggalan maupun foto- foto dari kakak kandungnya Drs. RMP. Sosrokartono, serta berbagai benda-benda purbakala periode abad ke-7 di era Ratu Shima. Ratu Shima adalah penguasa kerajaan Kalingga di daerah Keling Kabupaten Jepara pada masa itu.

Di museum RA. Kartini ini juga, Anda dapat menyaksikan kerangka ikan raksasa “Joko Tuo” sepanjang 16 m dan lebar 2 m dengan berat 6 ton. Ikan tersebut ditemukan pada tahun 1989 di Pulau Karimunjawa dalam keadaan mati, namun masih meninggalkan sisa-sisa daging.

Objek wisata Jepara yang satu ini adalah juga kekayaan wisata Jawa Tengah, dan terbuka untuk publik setiap hari, mulai dari pukul 8 pagi hingga 4 sore. Untuk dapat masuk, Anda harus membayar tiket masuk museum RA. Kartini sebesar Rp 2 ribu per orang, menjadi Rp 3 ribu di saat akhir pekan dan hari libur.

Benteng Portugis di Jepara

3. Benteng Portugis

Benteng Portugis di Jepara adalah sebuah cagar budaya yang dilindungi, memiliki panorama alam yang memikat dengan suguhan pemandangan bukit, panorama pantai, serta hamparan batuan sedimen yang menawan. Benteng Portugis ini dibangun di atas bukit batu yang berposisi di pinggir laut, di bagian utara benteng persis berhadapan dengan Pulau Mondoliko.

Di masa lampau, benteng ini memiliki peran strategis dalam mengontrol jalur pelayaran kapal dari Jepara ke Indonesia bagian timur dan sebaliknya. Benteng yang terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo ini menawarkan suguhan keindahan alam yang begitu disukai banyak kalangan penikmat perjalanan.

Pantai Kartini di Jepara

4. Pantai Kartini

Inilah tempat wisata di Jepara yang paling menarik bagi destinasi wisata keluarga. Berbagai wahana permainan anak-anak (komedi putar, mandi bola, perahu arus), dermaga, dan aquarium kura-kura dapat ditemukan di pantai Jepara yang satu ini. Lokasi pantai ini begitu strategis, terletak di antara rute perjalanan wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang.

Pantai Kartini adalah pula pantai yang menjadi tempat bermain RA. Kartini semasa kecil bersama dengan saudara-saudarinya. Inilah sebab objek wisata di Jepara ini dinamakan sebagai Pantai Kartini untuk mengenang jasa pahlawan nasional Indonesia tersebut.

Untuk dapat masuk, Anda harus membayar tiket masuk Pantai Kartini sebesar Rp 3 ribu per orang, belum termasuk tiket kendaraan roda dua, bis, dan roda empat. Di akhir pekan dan hari libur, harga tiket masuk pantai menjadi Rp 5 ribu per orang.

Pantai Bandengan di Jepara

5. Pantai Bandengan (Pantai Tirto Samudro)

Terletak di arah utara kota Jepara sejauh 7 km dari pusat kota, pantai Bandengan adalah sebuah pantai di Jepara dengan air yang begitu jernih dan bersih, memiliki hamparan pasir putih yang indah. Di kawasan pantai ini pula Anda dapat menikmati panorama sunset yang menawan.

Ada banyak kegiatan menarik yang dilakukan di Pantai Bandengan, di antaranya berkemah, volley pantai, hingga sepeda santai. Tempat wisata Jepara yang satu ini juga kerap dijadikan sebagai tempat ajang permainan motor cross serta pertunjukan festival layang-layang skala regional, nasional, maupun internasional.

Air Terjun Songgolangit

6. Air Terjun Songgolangit

Objek wisata Jepara ini dinamakan sebagai “songgolangit” karena jika dilihat dari bawah, maka air terjun tersebut tampak seolah sedang menyangga horizon langit. Terletak di Desa Bucu, Kecamatan Kembang sejauh 30 km arah utara dari pusat kota Jepara, Air Terjun Songgolangit memiliki ketinggian 80 m dengan lebar 2 m.

Udara yang segar dengan panorama alam yang indah adalah daya tarik dari air terjun di Jepara ini. Di tempat ini pula, ada banyak kupu-kupu dengan warna-warni yang indah. Menurut kisah masyarakat setempat, konon air terjun ini ditunggui oleh sepasang suami isteri yang ikut menjaga kenyamanan para wisatawan untuk menikmati keindahan di kawasan air terjun, sebab para wisatawan adalah tamu yang perlu dihormati dan dijaga keamanannya dan kenyamananya.

Pulau Panjang di Jepara

7. Pulau Panjang

Pulau Panjang dikelilingi laut dangkal dengan dasar terumbu karang dengan pantai berpasir putih. Air laut di sebelah selatan dan barat pulau ini cukup jernih dan tidak berarus, sehingga merupakan tempat yang tepat berenang, snorkeling, dan bermain kano. Pulau seluas 19 ha ini dapat ditempuh dari dermaga di Pantai Kartini, dan hanya berjarak 2.5 km.

Mengelilingi pulau dengan berjalan menyusuri pantai atau menyusuri jalan (paving block) sambil menikmati pemandangan adalah kegiatan menarik lain yang sering dilakukan wisatawan.

Bagian tengah pulau ini adalah struktur hutan tropis dengan pohon-pohon besar dan tinggi menjulang diselingi perdu dan semak dan menjadi tempat bagi burung laut untuk bermalam dan berkembang biak. Untuk dapat sampai di tempat wisata Jepara yang satu ini, Anda harus membayar tiket perahu wisata yang akan mengantarkan Anda ke pulau sebesar Rp 12 ribu dari dermaga Pantai Kartini. Dan tiket masuk Pulau Panjang adalah sebesar Rp 3 rbu per orang, Anda memiliki waktu satu hari penuh untuk menikmati kawasan wisata Jepara yang satu ini.

Pantai Teluk Awur di Jepara

8. Pantai Teluk Awur

Pantai yang berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Jepara ini adalah salah satu objek wisata Jepara yang menarik. Cara paling populer dilakukan wisatawan untuk menikmati pantai ini adalah berenang dan bermain air laut.

Pantai Teluk Awur adalah destinasi wisata yang tidak dikenakan biaya apapun untuk masuk, alias gratis. Kondisi air laut yang bersih dan jernih serta tidak dilewati berbagai kapal dan perahu membuat pantai di Jepara yang satu ini disukai wisatawan sebagai destinasi untuk menghabiskan akhir pekan mereka.

 

SUMBER : http://www.initempatwisata.com/wisata-indonesia/jepara/inilah-pesona-8-tempat-wisata-di-jepara-paling-menarik/2420/

Ketua Fraksi PKS: Tolak Dana Aspirasi Jadi Panggung Politik

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini, meminta pro kontra Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau dikenal sebagai dana aspirasi, agar dihentikan.

Sebab, ia melihat ada nuansa politik para anggota legislatif mencari popularitas dengan sikap menolak.

“Orang yang katakan berapi-api menurut saya itu ingin panggung politik. Jangan-jangan kalau disetujui diam-diam ambil juga,” kata Jazuli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2015.

Jazuli meminta pemerintah juga jangan terpengaruh polemik. Pemerintah harus melakukan pengkajian terkait usulan program aspirasi ini.

“Saran saya, seharusnya pemerintah lihat dulu apakah cocok enggaksama RPJMN. Kalau cocok silakan, tapi kalau enggak ada uangnya jangan dipaksakan,” katanya.

Anggota Komisi I DPR itu menjelaskan ada penafsiran yang tidak tepat di masyarakat. Kata Jazuli, itu bukan dana, tapi program. “Kalau dana kesannya ambil dana,” ujar Jazuli.

Dengan sikap penolakan dari pemerintah, PKS tidak akan ngotot. “PKSenggak ngoyo. Kalau ada jalan, kalau enggak ya gak apa,” katanya.

Anggota legislatif meminta kenaikkan dana aspirasi dari sebelumnya Rp1,6 miliar menjadi Rp20 miliar per tahun.  Permintaan itu diajukan dalam RAPBN 2016. (ase)

SUMBER : http://politik.news.viva.co.id/news/read/642778-ketua-fraksi-pks–tolak-dana-aspirasi-jadi-panggung-politik

Ketua PKS Sulsel: Peta Politik di Pilkada Sulsel Berubah

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham Arsyam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pasca Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menghapus larangan politik dinasti pada UU Pilkada, memunculkan beragam reaksi dari lapisan maasyarakat termasuk pimpinan partai politik.

Ketua PKS Sulsel, Akmal Pasluddin menilai semua pihak harus menghormati keputusan MK. Menurutnya keputusan MK final dan mengikat.

Yang pasti, kata Akmal, ikut sertanya keluarga petahana di Pilkada akan membuat pertarungan semakin dinamis.

“Ini akan merubah peta Pilkada dibeberapa daerah di Sulsel,” katanya, Kamis (9/7/2015). (*)

Penulis: Ilham Arsyam
Editor: Suryana Anas
SUMBER : http://makassar.tribunnews.com/2015/07/09/ketua-pks-sulsel-peta-politik-di-pilkada-sulsel-berubah

Gubernur Sumbar Makan Sahur Bersama Keluarga Sederhana

PADANG (5/7) – Masrizal, salah seorang warga Kampung Tampat Durian, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terlihat kaget sekaligus gembira. Ia tidak menyangka dikunjungi orang nomor satu di Sumbar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Bahkan, Gubernur bersama rombongan antara lain Wakil Walikota Padang, Emzalmi, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Edi Hasymi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ekal Lusti serta Camat Kuranji Salisma makan sahur bersama dengan keluarga yang dikaruniai tiga anak itu.

Di dalam rumah berlantai tanah berukuran 7 kali 8 meter, kelurga bersahaja itu menghabiskan waktu santap sahur bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan rombongan singgah sahur Pemko Padang, meskipun sederhana dengan duduk bersila di teras rumah yang sangat sempit.

Singgah Sahur Pemerintah Kota Padang sudah menjadi program rutin sejak Ramadhan 1435 Hijriah. Namun, berbeda dengan pelaksanaan kegiatan singgah sahur sebelumnya. Singgah sahur Ahad (5/7) dini hari dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, yang sengaja menyempatkan diri untuk melihat kondisi warga.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, kegiatan singgah sahur bukan sekedar program mengunjungi masyarakat, melainkan juga menyalurkan bantuan berupa bedah rumah dengan nilai Rp20 juta, beserta sejumlah bantuan lain seperti uang bea siswa sekolah dan permodalan usaha.

“Kunjungan tim ini bukan sekedar membawa makan sahur untuk dimakan bersama-sama. Tim membawa bantuan berupa bedah rumah. Ada juga bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) dari Dinas Sosial, yang diberikan untuk istri pak Masrizal ini,” kata Irwan Prayitno.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Padang Emzalmi mengatakan, program bedah rumah telah dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu. Sejak program berjalan sudah 600 unit rumah warga yang diperbaiki yang tersebar di sejumlah Kecamatan.

Tahun ini Pemerintah Kota Padang menargetkan program bedah rumah untuk 1000 unit yang tidak layak huni dan dilakukan secara bertahap.

“Kriteria tempat tinggal warga yang dibantu diperbaiki yakni rumah yang tidak layak ditinggali secara teknis maupun kesehatan, seperti lantai masih tanah dan dinding dari papan seadanya. Tahun ini kita akan bedah seribu rumah bertahap. Sampai 2019 program ini tetap dijalankan, hingga tidak ada lagi rumah tidak layak huni,” ujar Emzalmi.

Sementara itu, pasangan suami isteri itu mengaku terkejut dikunjungi Gubernur Sumbar bersama Wakil Walikota Padang Emzalmi beserta rombongan singgah sahur Pemko Padang, mengingat sebelumnya keluarga itu tidak mendapat pemberitahuan secara lisan maupun tulisan akan dikunjungi orang nomor satu di Sumbar. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan isterinya Evayanti sebagai pedagang keripik, tidak mampu berucap banyak selain melontarkan kata senang dan bahagia, karena ternyata masih ada perhatian pemerintah terhadap warganya yang hidup dalam kondisi susah.

“Terkejut, kaget. Tiba-tiba datang Pak Gubernur. Alhadullilah ada bantuan bedah rumah ini. Saya hanya tukang, kadang dapat kerjaan, kadang liburnya panjang. Bagi saya mengumpulkan uang untuk memperbaiki rumah susah, apalagi ada kebutuhan untuk anak juga,” ujar Masrizal.

Pria berusia 39 tahun itu berharap, tempat tinggalnya akan selesai dibedah sebelum Idul Fitri, sehingga di hari Lebaran, keluarganya dapat merayakan hari kemenangan, tinggal di rumah yang layak, yang sejak lama diimpikan namun tak kunjung terwujud karena keterbatasan pembiayaan.

Sumber: http://obsessionnews.com

Pemerintah Berpacu dengan Konsolidasi Elite Politik dan Krisis Ekonomi

JAKARTA (8/7) – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq mengatakan pemerintah saat ini sedang berpacu menghadapi dua hal besar, yaitu konsolidasi elite politik dan gejala krisis ekonomi.

Bila Presiden Jokowi mau belajar dari Soeharto maka seharusnya Jokowi menuntaskan dulu konsolidasi politik elite sebagai modal politik untuk menyelesaikan ekonomi yang nyata dan dirasakan masyarakat dampaknya.

Reshuffle kabinet? Apakah ini instrumen untuk konsolidasi politik elite atau instrumen untuk selesaikan masalah ekonomi? Ada yang berpikir bahwa reshuffle bisa menambah runyam persoalan konsolidasi politik elite. Risikonya? Krisis ekonomi lebih cepat datangnya,” ujar Mahfudz, di Jakarta, Rabu (8/7).

Dia menerangkan, Kehidupan politik negeri ini memang tak sesederhana yang dibayangkan sebagian orang. Alih-alih mengembangkan, yang ada dan sudah terbangun pun bisa berantakan.

”Presiden sedang dihadapkan pada realitas modal politik awal yang makin terfragmentasi. Sementara konsolidasi perlu tambahan elemen lainnya,” katanya.

Mahfudz berpendapat, memadukan dua kepentingan dalam reshuffle, yaitu konsolidasi politik elite dan mengelola persoalan ekonomi menurutnya jelas-jelas sangat sulit dan rumit.

”Memadukan keduanya absolutely very complicated. Secara kalkulatif, hanya tersedia waktu enam bulan ke depan bagi presiden untuk tuntaskan agenda konsolidasi politik elite. Jika tidak?Red alert! (lampu merah!),” tegasnya.

Yang dibutuhkan saat ini, kata Ketua Komisi I DPR itu, adalah karakter pemimpin nasional sebagai seorang yang bisa menggalang solidaritas dan pemimpin buat semua atau solidarity maker dan leader for all.

“Dia akan bicara tentang persoalan nyata bangsa ini. Ketika kita sedang menghadapi dua persoalan besar, di sekeliling sedang mengintai (sambil bekerja) kekuatan-kekuatan besar yang berhajat menguasai negeri ini,” katanya.

Mahfudz menambahkan, untuk itu saat ini presiden butuh tiga instrumen kekuatan yaitu aktor keamanan negara yang kuat, aktor politik elite yang tanggap, dan aktor teknokratik yang cerdas.

Presiden bersama ketiga instrumen aktor tersebut bahu-membahu mengelola entitas bisnis-ekonomi, psikologi massa, dan dunia internasional.

“Orientasinya hanya satu: kepentingan nasional. Buang jauh kepentingan personal dan juga kepentingan partai/kelompok. Permainan kekuasaan atau power game yang tak kunjung selesai, bukan hanya akan melumat pemimpinnya, tapi juga akan bisa mengorbankan rakyatnya. Oleh karena itu mari kita taqarrub kepada Allah, agar Allah anugerahkan kejujuran dan kecerdasan,” katanya.

Sumber: http://www.beritasatu.com

Aher Bagi Kisah “Nyeker dan Jual Gorengan” di Depan Ratusan TKI di Jeddah

JEDDAH (6/7) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berbuka puasa bersama dengan ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau buruh migran asal Jawa Barat di Balai Nusantara, Wisma Konjen Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, Ahad (5/7/2015) pukul 19.13 waktu setempat.

Kedatangan pria yang akrab disapa Aher itu membuat riuh ratusan TKI di Jeddah. Ketika itu, masing-masing TKI sudah berbaris rapi dengan ta’jil di depannya. Ada kurma, kolak, gorengan dan air putih.

“Assalamualaikum,” sapa Aher kepada ratusan TKI itu.
“Waalaikumsalam,” jawab ratusan TKI itu serentak.

Para TKI tampak sumringah dengan kedatangan Aher. Sebagian dari mereka sempat bersalaman dan foto bersama dengan orang nomor satu di Jawa Barat itu.

Sebelumnya, Aher berangkat dari Mekkah, Minggu sore didampingi Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Ayub Basalamah, Direktur Utama Bank Jabar Ahmad Irfan. Mereka disambut Konjen KJRI Jeddah Dharmakirty Syailendra Putra.

Dalam pidatonya di hadapan para TKI, Aher sempat berbagi cerita soal hidupnya kala masih kecil. Aher mengaku menjalani hidup dengan kepedihan dan kerja keras.  “Saya waktu kecil, jaman sekolah itu jualan gorengan. Makanya, kalau lonceng (pulang sekolah) berbunyi saya senang, saya bisa memanfaatkan waktu itu untuk berjualan gorengan. Kemudian,” kata dia.

“Waktu itu pergi ke sekolah, jaman SD saya ‘nyeker’ (tanpa sepatu), karena tidak punya sepatu, bisa pake sepatu pas naik kelas 5 SD aja, kelas 1 sampai kelas 4 SD ‘nyeker’ ke sekolah karena tak punya sepatu,” cerita Aher lagi.

Aher mengatakan, mungkin saja hidup para TKI yang saat ini bekerja di Arab Saudi lebih indah dibandingkan masa-masa kecilnya dulu.  Aher mengatakan, apa yang terjadi harus disyukuri, meskipun jutaan masalah menghantui.

“Semua orang punya masalah, tapi, kita harus pandai-pandai menyikapi masalah itu. Tetaplah melakukan yang terbaik dalam menjalani hidup ini dan terus berdoa kepada Allah. Tidak ada yang tahu kita bakal seperti apa. Saya engga nyangka bisa jadi Gubernur seperti ini,” tutur dia.

Keterangan Foto: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) bersalaman dengan salah seorang Tenaga Kerja Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, Senin (6/7).

Sumber: http://regional.kompas.com

DPP PKS Rekomendasikan Hafith-Nasrul di Pilkada Rohu

PASIRPANGARAIAN (8/7) – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau Nurdin telah menyerahkan surat rekomendasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS kepada pasangan Hafith Syukri-Nasrul Hadi, sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) di Pilkada 9 Desember 2015.

“DPP PKS sudah merekomendasikan pasangan Pak Hafith dan Bang Nasrul di Pilkada Rokan Hulu,” kata Nurdin, saat penyerahan surat rekomendasi DPP PKS di Markaz Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Rohul, Jalan Pesantren Pasir Putih Pasirpangaraian, kemarin.

Nurdin mengatakan dukungan partai terhadap pasangan Hafith-Nasrul, merupakan Wakil Bupati Rohul aktif dan Ketua DPRD Rohul aktif didasari penilaian terhadap pasangan ini, termasuk elektabilitas, dan survei ilmiah.

Sebelumnya, diakui Nurdin, DPW PKS Riau merekomendasikan dua calon pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ke DPP PKS yang akan diusung di Pilkada tahun ini, yakni pasangan Hafith-Nasrul Hadi, dan pasangan Suparman-Sukiman.

Berdasarkan elektabilitas dan ketokohan, serta penilaian lain, DPP PKS menetapkan pasangan Hafith-Nasrul.

Pasangan berjargon “HASANAH (Hafith Syukri-Nasrul Hadi) ini, ungkapnya, mengungguli pasangan Suparman-Sukiman, baik dari elektabilitas maupun dari ketokohannya.

Rekomendasi DPP PKS ini sekaligus menambah jumlah partai politik yang mendukung pasangan Hafith-Nasrul di Pilkada tahun ini. Sebelumnya, PKB yang punya 4 kursi di DPRD Rohul juga rekomendasikan pasangan ini. Sementara, rekomendasi dari DPP Partai Demokrat, dalam waktu dekat baru akan diketahui.

Menanggapi dukungan itu, Hafith mengatakan dukungan yang diberikan PKS menjadi salah satu kehormatan tersendiri bagi dia dan Nasrul. Dukungan itu bakal menambah amunisi untuk memenangkan pasangan HASANAH di Pilkada serentak nanti.

Mantan Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya Kabupaten Rohul mengakui bahwa adanya dukungan PKS akan memudahkan pihaknya dalam menyusun tim pemenangan.

“Kami senang dengan gabungnya PKS, karena punya kader solid dan memiliki jaringan kuat, sehingga target meraih kemenangan di Pilkada nanti akan tercapai, sesuai yang diharapkan,” optimis Hafith.

Sumber: http://www.riauterkini.com

DPR: Biaya Haji Seharusnya Bisa Lebih Murah Lagi

JAKARTA (8/7) – Turunnya ongkos naik haji 2015 hingga 502 dolar AS cukup melegakan masyarakat. Namun sebenarnya biaya haji ini masih bisa ditekan lebih rendah lagi lewat penghematan biaya katering, penginapan, dan optimalisasi bunga atau bagi hasil dari dana nasabah.

Hal tersebut menjadi fokus Talkshow“Dinamika Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2015” yang berlangsung di Planet Haji Umrah (PHU) Thamrin City 3A, Jakarta, Rabu (8/7). Talkshow ini mendatangkan narasumber Anggota Komisi VIII DPR RI, Fikri Faqih. Hadir pula koordinator Planet Haji Umrah, Teguh Iman Perdana serta para pengusaha biro jasa dan barang haji

Anggota DPR asal Fraksi PKS ini membeberkan skema bagaimana ongkos haji ini sebenarnya masih bisa turun lagi. “Awalnya pemerintah lewat Kementrian Agama hanya mengusulkan penurunan sebesar US$20. Kita di Komisi VII merasa angka itu terlalu kecil, sehingga kita sisir biaya apa saja yang bisa dipotong,” jelas pria asal Kabupaten Tegal ini.

Faktor terbesar pengurangan ongkos haji, kata dia, adalah dari komponen biaya penerbangan. Selama ini ada dua maskapai yang terlibat dalam penerbangan haji.Yakni maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Arabia. Namun sayangnya komponen besar ongkos haji ini tak pernah diaudit. “Ketika kita panggil pihak maskapai, ternyata bisa dipotong sangat banyak,” cetus Fikri.

Kalau pembahasan di DPR masih punya waktu lebih, Fikri yakin penghematan ongkos naik haji akan jauh lebih banyak. Terutama dari biaya katering dan penginapan. Sehingga biaya pun bisa diturunkan lagi.

Misalnya, masalah katering. Saat Komisi VIII mencek biaya katering mencapai 12 real per porsi makan. Namun ternyata ketika sampai ke jamaah, kualitas, dan kuantitas makanannya seharga 5 sampai 7 real. “Ini karena sudah jatuh sampai tangan kesekian,” kata dia prihatin.

Karena itu Fikri yakin ongkos naik haji pada tahun 2016 akan bisa turun lebih rendah lagi. Apalagi bila pemerintah berhasil melobi ketua Muasasa untuk menurunkan ongkos haji selama di Saudi. Menurutnya pemerintah bisa dengan mudah melobi, karena Ketua Muasasa saat ini, Syeikh Mustofa Damanhuri adalah warga Saudi yang kebetulan lahir di Tegal, Jawa Tengah.

Fikri menambahkan bahwa berbagai masukan dari masyarakat terutama terkait penurunan biaya haji akan dimasukkan dalam revisi undang-undang terkait haji dan umrah. Dia juga meminta agar berbagai elemen masyarakat giat mengadakan edukasi terhadap calon jamaah haji dan umrah. Agar beberapa kejadian masyarakat yang tertipu dengan travel haji umrah abal-abal bisa terus ditekan.

Edukasi Haji

Sementara itu dalam sambutannya koordinator Planet Haji Umrah, Teguh Iman menjelaskan bahwa talkshow ini merupakan bagian dari edukasi terhadap masyarakat dan biro travel haji umrah agar lebih memahami problematika penyelenggaraan ibadah tersebut. Selain itu pihaknya juga ingin menawarkan sebuah konsep layanan baru di bidang haji dan umrah.

“Salah satu tujuan adanya Planet Haji Umrah di Thamrin City lantai 3A ini untuk mengedukasi dan memudahkan masyarakat yang hendak berangkat haji dan umrah. Para biro travel haji, pedagang penyedia kebutuhan dan oleh-oleh haji disatukan dalam konsep one stop service di pusat grosir strategis ini,” terang dia.

Konsep ini diklaimnya merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. “Para calon jamaah bisa langsung belanja kebutuhan haji dan umrah, mulai dari pemilihan biro travelnya hingga pernak pernik perlengkapannya di satu tempat,” kata Teguh.

Planet Haji Umrah ini sendiri terletak di pusat grosir Thamrin City lantai 3A jalan KH Mas Mansyur. Lokasinya  yang mudah diakses dengan angkutan umum termasuk kereta komuter, menjadikan pusat grosir ini menjadi favorit warga yang ingin berbelanja barang berkualitas dengan harga grosir.

I’tikaf, Menemukan Kesejatian Diri

Diambil dari Buku Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Anis Matta – Keajaiban I’tikaf (Menemukan Kesejatian Diri)

Kita sudah relatif jauh berjalan. Banyak yang sudah kita lihat dan yang kita raih. Tapi banyak yang masih kita keluhkan: rintangan yang menghambat, goncangan yang melelahkan fisik dan jiwa, suara-suara gaduh yang memekakkan telinga dari mereka yang mengobrol tanpa ilmu, dan tikungan-tikungan tajam yang menegangkan. Sementara, banyak pemandangan indah yang terlewatkan dan tak sempat kita potret. Dan masih banyak lagi.

Jadi, mari kita berhenti sejenak disini! Ber’itikaf. Kita memerlukan saat-saat itu: saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual; saat dimana kita melepaskan sejenak beban kehidupan yang selama ini kita pikul dan mungkin menguras stamina kita.

Kita memerlukan saat-saat seperti itu, karena kita perlu membuka kembali peta perjalanan kita; melihat-lihat jauhnya jarak yang telah kita tempuh dan sisa perjalanan yang masih harus kita lalui; menengok kembali hasil-hasil yang telah kita lalui; meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan kita; memandang ke alam sekitar karena banyak aspek dari lingkungan strategis kita telah berubah.

I’tikaf kita butuhkan untuk dua keperluan. Pertama, untuk memantau keseimbangan antara berbagai perubahan pada lingkungan strategis dengan kondisi internal dakwah serta laju pertumbuhannya. Yang ingin dicapai dari upaya ini adalah memperbarui dan mempertajam orientasi kita; melakukan penyelarasan dan penyeimbangan berkesinambungan antara kapasitas internal dakwah, peluang yang disediakan lingkungan eksternal, dan target-target yang dapat kita raih.

Kedua, untuk mengisi ulang hati kita dengan energi baru sekaligus membersihkan debu-debu yang melekat padanya selama menapaki jalan dakwah. Yang ingin kita raih adalah memperbarui komitmen dan janji setia kita kepada Allah SWT bahwa kita akan tetap tegar menghadapi semua tantangan; bahwa yang kita harap dari semua ini hanyalah ridha-Nya.

Karena itu, i’tikaf harus menjadi tradisi yang semakin kita butuhkan ketika perjalanan hidup sudah semakin jauh. Tradisi i’tikaf ini harus kita lakukan dalam dua tingkatan; individu atau jamaah. Pada tingkatan individu, tradisi ini dikukuhkan melalui kebiasaan merenungi, menghayati, dan menyelami telaga akal kita untuk menemukan gagasan baru yang kreatif, matang, dan aktual di samping kebiasaan muhasabah, memperbarui niat, menguatkan kesadaran dan motivasi, serta memelihara kesinambungan semangat jihad.

Kalau ada pemaknaan yang aplikatif terhadap hakikat kekhusyukan yang disebutkan Al-Qur’an, maka ini salah satunya. Penghentian seperti inilah yang mewariskan kemampuan berpikir strategis, penghayatan emosional yang menyatu secara kuat dengan kesadaran dan keterarahan yang senantiasa terjaga di sepanjang jalan dakwah yang berliku dan curam.

Maka, Allah SWT mengatakan, “Belumkah datang saat bagi orang-orang beriman untuk mengkhusyukan hati dalam mengingat Allah dan dalam (menjalankan) kebenaran yang diturunkan. Dan bahwa hendaklah mereka tidak menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Alkitab sebelumnya (dimana) ketika jarak antara mereka (dengan sang rasul) telah jauh, maka hati-hati mereka jadi keras, dan banyak dari mereka jadi fasik.” (QS Al Hadid: 16).

Di masa Islam, Allah mensyariatkan i’tikaf sepuluh hari terakhir pada setiap Bulan Ramadhan. Begini pula akhirnya kita memahami mengapa majelis-majelis kecil para sahabat Rasulullah SAW di masjid atau di rumah-rumah berubah menjadi wacana merawat kesinambungan iman dan semangat jihad. Maka ucapan mereka, kata Ali bin Abi Thalib, adalah dzikir, dan diam mereka adalah perenungan.

Tradisi inilah yang hilang di antara kita, sehingga diam kita berubah jadi imajinasi yang liar, ucapan kita kehilangan arah dan makna. Maka, dakwah kehilangan semua yang ia butuhkan berupa pikiran-pikiran baru yang matang dan brilian, kesadaran yang senantiasa melahirkan kepekaan, dan semangat jihad yang tak pernah padam di sepanjang jalan dakwah yang jauh dan berliku.

MPR Usulkan Kasman Singodimedjo Jadi Pahlawan Nasional

Jakarta (7/7) – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid mengusulkan Kasman Singodimedjo untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Hidayat menilai Kasman Singodimedjo sebagai sosok yang berperan dalam merumuskan konsep konstitusi negara.

“Saya sudah mengusulkan agar Mr Kasman Singodimedjo mendapatkan gelar pahlawan nasional. MPR mendorong agar tokoh-tokoh yang berjasa dalam sejarah pembentukan bangsa mendapat gelar pahlawan nasional,” kata Hidayat di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).

Hidayat menjelaskan, Kasman Singodimedjo adalah Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang menjadi cikal bakal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia adalah lulusan Rechtshogeschool yang namanya banyak disebut dalam sejarah Indonesia.

Selain Ketua Jong Islamiten Bond, lanjut Hidayat, Kasman Singodimedjo adalah anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Ia juga berlatar belakang militer dan ikut masa-masa perjuangan melawan Belanda.

“Mr Kasman Singodimedjo berjasa dalam proses penyusunan UUD 1945. Jasanya sangat besar bagi republik ini,” ujar legislator PKS dari daerah pemilihan DKI Jakarta II yang meluputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri itu.

Kasman Singodimedjo dilahirkan di Purworejo 25 Februari 1904. Ia diangkat menjadi Jaksa Agung pada 6 November 1945. Saat menjabat Jaksa Agung, Mr Kasman pernah mengeluarkan Maklumat Jaksa Agung No. 3, 15 Januari 1946. Melalui Maklumat ini ia mengajak gubernur, jaksa, dan polisi membuktikan diri bahwa mereka menjunjung hukum dan menjadikan Indonesia sebagai negara hukum. Pada masanya juga ada instruksi Jaksa Agung yang sangat penting bagi perkembangan eselon dan tata kerja kejaksaan selanjutnya.

Keterangan Foto: Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI