Diajak Masuk Koalisi Besar, PKS Siapkan Sani dan Nur Mahmudi Jadi Cawagub

Jakarta – PKS mengaku diajak oleh PDIP masuk koalisi besar untuk menghadapi Gubernur DKI incumbent Basuki 99b1b34c-15b2-4018-8ea2-c6d767211ff8Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI 2017. PKS menyiapkan cawagub.

“PKS diajak berkomunikasi dengan PDIP, Gerindra, PKB, PAN. Kita biasa berkomunikasi dengan kawan-kawan ini,” ungkap Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Senayan, Selasa (7/6/2016).

PKS siap ikut berkoalisi karena 11 kursi di DPRD DKI tidak cukup untuk mengusung calon sendiri. Syarat minimal untuk mengusung calon berjumlah 22 kursi.

“Yang sudah ajak kami dari PDIP. Itu bisa juga mengajukan calon alternatif. Berapa jumlahnya kita belum tahu, tapi jelas komunikasi sudah berjalan. Saya mendukung agar parpol mencalonkan dari parpol. Independen ya sudah terserah masing-masing,” ucap Hidayat.

Meski sudah melakukan penjajakan dengan PDIP, Gerindra, PKB, dan PAN, saat ini PKS mengaku masih melihat perkembangan yang ada. PKS juga menurut Hidayat sudah menyiapkan sejumlah kadernya agar bisa diusulkan untuk disandingkan dengan calon dari PDIP.

“Kami tidak mungkin mencalonkan untuk DKI-1, kalau kami mencalonkan untuk DKI-2. Kami punya calon untuk itu. Posisi kami untuk DKI-1 monggo PDIP untuk mengajukan. Kami akan lihat calon PDIP siapa, calon Gerindra siapa,” ujarnya.

Setidaknya ada dua nama elite PKS yang disebut Hidayat sudah disiapkan. Yakni Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana (Bang Sani) dan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail.

“Bisa Bang Sani, bisa juga teman-teman lain termasuk Pak Nur Mahmudi Ismail, wali kota Depok yang kemarin, untuk DKI-2 masih mungkin. Masih bisa dirundingkan. Kami tentu harus memusyawarahkannya dengan kader, karena kami juga melakukan seleksi internal,” beber Hidayat.

Tak hanya itu, PKS pun masih menunggu keputusan dari PDIP dan Gerindra terkait calon-calon yang akan diusung pada koalisi besar tersebut. Hidayat juga menegaskan bahwa koalisi ‘gemuk’ itu tidak dimaksudkan untuk menjegal Gubernur DKI petahana Basuki T Purnama (Ahok) yang memilih maju melalui jalur independen.

“Dari PDIP belum menyebutkan nama. Apakah benar Bu Risma (Wali Kota Surabaya), atau Pak Ganjar (Gubernur Jateng), atau Pak Djarot (Wagub DKI). Kami belum tahu karena PDIP juga belum menyampaikan secara final. Apalah PDIP akan mendengarkan partai-partai yang mau diajak koalisi, kita akan lihat,” sebut Wakil Ketua MPR itu.

“Menurut saya bukan dalam rangka koalisi besar melawan Ahok, nggak. Ini adalah pilihan demokrasi yang terbuka. Yang calon independen itu pilihan demokrasi dan itu boleh. Dari parpol, dan koalisi boleh,” imbuhnya mengakhiri.

sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>