Masjid Agung Jepara, Cermin Khidmat Muslim Jepara

Masjid Agung Jepara
Masjid Agung Jepara

“Kiri, kiri..lurus. Yak, terus..,” teriak Mustofa memberi aba-aba. Mobil pun keluar perlahan meninggalkan halaman Masjid Agung Baitul Makmur Jepara. Seiring merah Magrib yang mulai meninggalkan langit Jepara, satu persatu kendaraan berlalu  melewati Mustofa. “Matur nuwun,” ucap Mustofa kepada pengisi kotak amal di depannya, tepat di bawah gerbang masjid.
Mustofa (52) merupakan karyawan Masjid Agung Baitul Makmur yang terletak kompleks alun-alun Jepara. Jamaah masjid melihatnya sebagai tukang parkir dan penjaga kotak amal di pintu gerbang masjid. Sejatinya, apa yang dilakukan Mustofa merupakan cermin jiwa khidmat umat muslim Jepara. Khidmat sesama muslim di sekitar maupun muslim tamu dari luar kota.

 Lafadz Allah di puncak menara masjid
Lafadz Allah di puncak menara masjid

Masjid Agung Jepara terletak di sebelah selatan Alun-alun kota Jepara, sebelah barat daya Pusat Pemerintah Kabupaten Jepara. Di sekitarnya juga terdapat taman bermain dan museum RA Kartini.
Masjid Agung Jepara menjadi gambaran pelayanan Jepara kepada umat muslim yang berkunjung. Mudah ditemukan dan halaman parkir memadai biasanya menjadi alasan praktis Masjid Agung menjadi destinasi utama kala waktu sholat tiba.
Sebenarnya, Masjid Agung Jepara menyimpan sejarah panjang. Masjid Agung Jepara dibangun pada masa Pangeran Arya Jepara (1579-1599), anak angkat dari Ratu Kerajaan Kalinyamat, Retno Kencono. Masjid Agung Jepara di bangun bersamaan dengan perpindahan pusat pemerintahan Kerajaan Kalinyamat dari Kota Kalinyamat ke kota Jepara.

Serambi Masjid
Serambi Masjid

Sayang, sejarah tidak terekam dalam bangunan fisik masjid. Dari bentuk awal, masjid ini mengalami tiga kali renovasi besar. Renovasi dilakukan pada tahun 1686, 1929, dan yang terakhir tahun 1989 dengan banyak memasukkan struktur pembangunan modern.
Di antara sebagian bangunan masjid yang menggambarkan sejarah dan identitas Jepara adalah ukiran kayu detail di plafon atas masjid. Keindahan ukiran juga menghiasi mihrab dan tiang penyangga masjid.

Ukiran di tiang penyangga
Ukiran di tiang penyangga

Motif ukir yang terlihat oleh pengunjung merupakan gabungan berbagai motif. Motif Majapahit tergambar dari paduan bentuk geometris cembung dan cekung. Motif Semarangan dengan tampilan daun beralur lembut khas Jawa, dan motif Pajajaran dengan pola ukir berbentuk cembung.
Dengan kondisi terkini dan sejarah panjang di belakangnya, Masjid Baitul Makmur merupakan salah satu ikon dan destinasi wisata religi di Kabupaten Jepara. (Hamdan)

Referensi:
http://duniamasjid.islamic-center.or.id/661/masjid-agung-jepara
https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Baitul_Makmur_Jepara#cite_note-1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>